Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam merawat baterai:
1. kebersihan dan kekencangan setiap terminal baterai.
2. jumlah dan kualitas cairan baterai.
Pemeriksaan Kondisi
Baterai biasa ditempatkan dalam dua jenis bak. Bak transparan dan bak hitam. Untuk memeriksa kondisi baterai dalam bak transparan, cukup dengan menggoyangkan bodi kendaraan. Sebaliknya, untuk baterai dalam bak hitam dapat diketahui dengan membuka tutup ventilasi.
Bila permukaan elektrolit di bawah garis minimal dapat ditambahkan air suling sampai mencapai batas maksimal (uper). Bagi kendaraan yang digunakan setiap hari, pemeriksaan cairan elektrolit perlu dilakukan seminggu sekali.
Mengganti Baterai
Dalam mengganti baterai, beberapa hal yang harus diperhatikan adalah saat melepas dan memasang kembali baterai tersebut.
1. setelah klem baterai direnggangkan, lepaskan kabel negatif terlebih dulu. Jika sebaliknya, akan mengakibatkan loncatan api bila alat pembukanya terkena bodi kendaraan atau terkena bagian negatifnya.
2. Lepas bracket baterai bagian atas dan keluarkan baterai secara tegak lurus, untuk mencegah tumpahnya cairan elektrolit.
Pemasangan Baterai
1. setelah baterai ditempatkan pada baknya dengan posisi terminal ayng benar, pasanglah bracket atas dan kencangkan secukupnya.
2. hubungkan klem kabel pada terminal positif terlebih dulu. Jika klem tidak dapat terpasang dengan pas, jangan memukul terminal baterai agar plat elektrode tidak rusak.
3. olesilah terminal baterai dengan gemuk untuk mencegah karat.
Perlu diperhatikan, sekarang di pasaran dijual dua macam cairan baterai Asam Sulfat dalam botol merah digunakan untuk mengisi baterai baru, sedangkan cairan dalam botol biru untuk menambah air baterai pada saat perawatan. Dalam kondisi sistem pengisian normal, umur baterai berkisar antara 2.3 tahun.
(text diambil dari buku TIP OTOMOTIF – Cara mudah mengatasi gangguan pada kendaraan Anda, Tim Redaksi Otomotif Harian Media Indonesia, Elex Media Komputindo 1999)