Minggu, 5 September 2010  
 
 
 
 
 
 
Support Online :
HAIDAR NOER
Yustin
Aris Salatiga
Praptono
Berliansyah

Anda Pengunjung ke:
37.822










 
DETAIL ARTIKEL
TIPS MEMILIH OLI
28/3/2007 14:38:44


Besarnya gesekan bisa menyebabkan mesin mengalami overheat hingga macet atau menyebabkan kerusakan pada silinder dan piston, seperti ketidakberesan pompa oli, kebocoran pada saluran oli, dan bisa juga karena faktor salah pemakaian jenis oli itu sendiri. Untuk itu, ikutilah tips untuk menggunakan oli pelumas berikut ini.

- Jenis oli (pelumas)

berdasarkan bahan bakunya ada tiga jenis oli yang beredar di pasar, yakni mineral, semi sintetis, dan sintetis. Pelumas mineral, material dasarnya adalah minyak bumi yang diolah menjadi minyak pelumas. Jika kemudian hasil olahan tersebut ditambah dengan bahan sintetis lain untuk mencapai standar mutu yang lebih baik, maka produknya disebut dengan pelumas semi sintetis. Kualitas lebih tinggi lagi disebut pelumas sintetis.

- Standar kekentalan oli

oli dapat diklasifikasikan dari viskositas atau tingkat kekentalannya. Dalam kemasan oli, biasanya ditemukan kode huruf dan angka yang memperlihatkan hal itu. Contohnya SAE 40, SAE 50, SAE 90, dan seterusnya. SAE singkatan dari Society of Automotive Engineers atau Ikatan Ahli Teknik Otomotif, yang menetapkan standar kekentalan pada suhu 100oC. Angka di belakangnya menunjukkan tingkat kekentalannya.

Kode angka multi grade seperti 10W-50 merupakan kekentalan yang bisa berubah-ubah sesuai suhu di sekitarnya. Huruf W di belakang angka 10 adalah singkatan Winter (musim dingin). Jadi pelumas tersebut artinya mempunyai tingkat kekentalan yang setara dengan SAE 10 (di udara dingin), tapi ketika udara panas kekentalannya sama dengan SAE 50.

- Klasifikasi mutu oli

kalsifikasi mutu minyak pelumas ditentukan oleh API (American Petroleum Institute). Klasifikasi mutu sebuah oli ditandai pada kemasannya dengan kode huruf, biasanya ada dua bagian yang dipisahkan dengan dua garis miring, missal API Service SG / CD, SH+ / CE+, dan sebagainya. Kode dengan huruf S adalah kependekan dari service (atau spark yang berarti percikan api), adalah spesifikasi pemakaian oliuntuk mesin bensin. Sedangkan huruf C adalah kependekan dari commerce (atau compression karena pembakaran terjadi pada tekanan udara yang lebih tinggi), adalah spesifikasi pemakaian oli untuk mesin diesel. Kemudian utnuk huruf kedua pada kode adalah tingkatan mutunya sesuai dengan urutan huruf alphabet. Semakin mendekati huruf Z, maka semakin tinggi atau baik mutunya.

- Pilih yang tepat dan berkualitas

ikuti petunjuk buku manual kendaraan yang kita pakai. Jika disarankan menggunakan SAE 20W-50, maka jangan membeli oli dengan standar viskositas yang berbeda. Apalagi karena alasan lebih murah dan sebagainya. Sebag kinerja dan karakter mesin memerlukan spesifikasi oli tersendiri.

- Waspadai oli aspal

belilah oli di tempat penjualan atau bengkel resmi.

(disadur dari Buku TEKNIK MERAWAT DAN MEMPERBAIKI MESIN MOBIL BERBAHAN BAKAR BENSIN DAN MODIFIKASI MOBIL, Noval M.H., Penerbit Absolut, Yogyakarta)


(dibaca: 947 | dikirim ke teman: 147 | dicetak: 178)
 
CARI TIPS
MEMBER LOGIN
ID member
password
Google


Copyright © 2007-2008 MONTECARLO GROUP. Allright reserved   
Developed by a.w.