Sering pusing dengan perilaku pengendara motor di jalan saat Anda mengendarai mobil Anda? Sebagian dari kita mungkin senang memaki maki mereka atau sekedar menggerutu saat melihat pengendara motor yang seenaknya sendiri di depan kita. Ingatlah, memaki atau menggerutu tidak akan membuat perilaku mereka berubah. Pada kenyataannya, tidak semua pengendara motor berlaku ugal-ugalan. Sebaliknya, dari sudut pandang pengendara motor pun, sebagian pengendara mobil juga ada yang berlaku norak alias mau menang sendiri. Hal ini terutama banyak dilakukan pengendara mobil angkutan umum seperti bus kota/akap, metro mini ataupun taksi. Perilaku pengendara angkutan ini yang sering berhenti-jalan, atau belok seenaknya, bahkan kadang menutup jalur ke kiri jalan terus, dan lain-lainnya, kadang juga menjengkelkan pengendara di belakangnya, termasuk pengendara motor.
Demi kenyamanan kita sendiri di jalan raya, dari pada saling memaki, lebih bijaksana jika kita coba mengenali perilaku para pengendara motor yang biasa seenaknya itu. Dari situs astraworld.com, ada beberapa karakter ugal-ugalan pengendara motor yang perlu dikenali
1. Belok kiri atau kanan tanpa sign. Tidak sedikit pengendara sepeda motor yang tidak mengandalkan kaca spion untuk mengetahui kondisi jalan di sekitarnya. Bukan hanya karena ukuran kaca spion sepeda motor yang kecil, bahkan untuk kelincahan mereka di ruang yang sempit, kaca spion seringkali dengan sengaja mereka copot. Untuk mengetahui ada tidaknya kendaraan di sekitar, biasanya mereka langsung menoleh ke kiri dan ke kanan. Nah, kita dapat mengantisipasi jalur yang akan mereka ambil dengan melihat ke arah mana kepala (helm) mereka menoleh, karena banyak kasus juga mereka belok tanpa menyalakan lampu sign.
2. Selalu memanfaatkan ruang yang terbuka untuk mereka lalui. Kasus senggolan dengan sepeda motor juga seringkali terjadi saat kita hendak mutar balik melintasi U turn. Bukan tak mungkin sepeda motor yang semula berada di belakang, tanpa sepengetahuan kita yang sedang menunggu jalur aman di seberang jalan, tiba-tiba sudah berada di samping kanan kita. Karena itu, tetaplah tengok sebelah kanan lagi ketika akan melintas.
3. Berusaha antri di posisi paling depan. Ini biasa terjadi di persimpangan jalan, saat traffic light berwarna merah. Dengan ukurannya yang lebih ramping dan berusaha memanfaatkan ruang-ruang yang tersedia, pengendara sepeda motor pada umumnya akan berusaha tetap menjalankan motornya agar bisa di posisi paling depan. Karena itu, ada dua pilihan: beri ruang untuk mereka lewat agar mobil tidak tergores, atau jika terpaksa tutup saja akses agar mereka tidak mencoba melewati.
4. Manuver mendadak di tengah jalan. Berbeda dengan reaksi pengendara mobil yang biasanya lebih memilih tetap di jalur sambil melambatkan laju kendaraan, karena pertimbangan body sepeda motor yang lebih ramping, bikers biasanya lebih memilih bermanuver jika mendadak melintasi jalan rusak (misalnya, lubang). Karena itu, hati-hati jika berkendara di samping mereka. Lebih baik beri jarak aman agar tidak terjadi kecelakaan saat mereka bermanuver.
5. Rasa bangga saat beriring-iringan dalam komunitasnya. Bila kebetulan bertemu dengan iring-iringan (konvoi) klub sepeda motor, jangan panik atau emosi. Akan lebih baik jika kita membiarkan mereka berlalu mendahului kita.
(intisari dari astraworld.com, dengan beberapa penambahan)